Tugas perkembangan tenaga listrik DiDunia
Kelompok 2
-Rizki Peberiyan
-Diqi Anugrah
-Ahmad Rofid
-Vigo Diansya
-Davin Ilyas Daputra
BAGIAN A
Sejarah Penemuan Listrik
Mari bernostalgia sejenak. Pada waktu SD, pernahkan sobat mempelajari tentang Penggaris yang digosok gosok satu arah pada benda lain dan kemudian ditempelkan ke kertas kecil sehingga kertas kecil tersebut menempel?
Sejarah penemuan listrik diawali oleh Thales (antara 640 – 546 M) seorang cendikiawan dari Yunani. Penggosokan Elektron atau dalam bahasa yunaninya “batu ambar” dengan kain wool sehingga benda yang ringan didekatnya mendekat bahkan menempel biasa dilakukan oleh beliau. Namun Thales belum mengetahui kenapa demikian
Selanjutnya diteruskan penelitian tentang gaya gerak dari batu ambar tersebut oleh seorang peneliti berkebangsaan inggris bernama William Gilbert (1733) yang menyebut peristiwa thales diatas adalah elektric yang diambil dari kata yunani Elektron atau batu ambar
![]() |
| Thales dan Wiliam Gilbert |
Selanjuitnya Charles du Fay (1739) berkebangsaan prancis mengetahui bahwa elektric itu terdiri dari Negatif dan Positif (- dan +)
Selanjutnya, ada Benyamin franklin, ia adalah seorang penulis, penerbit, ilmuan, dan diplomat Amerika yang berperan dalam penulisan Deklarasi kemerdekaan Konstitusi Amerika serikat. Pada tahun 1975, beliau membuktikan bahwa petir adalah bentuk alami dari listrik.
![]() |
| Benyamin Franklin |
Pada tahun 1975, franklin melakukan percobaan, ketika itu farnklin menerbangkan layang – layang dengan kunci besi dibawahnya, ketika petir menyambar, percikan kecil menyambar kunci dan melompat kepergelangan tangannya.
Selanjutnya Alessandro Volta pada tahun 1800 berpendapat bahwa listrik itu seperti air dan berarti listrik itu sangat berguna karena mempunyai tenaga. Sehingga pada akhirnya ia dapat membuat baterai sebagai sumber energi lsitrik
Pada saat itu tumpukan volta yang terbuat dari lempengan tipis tembaga dan seng dipisahkan dengan karton lembab
![]() |
| Charles du Fay dan Alesandro Volta |
Dengan cara ini jenis listrik baru ditemukan. Volta menunjukan bahwa Listrik dapat dibuat untuk perjalanan dari satu titik ke titik (tempat) lain dengan kawat.
Selanjutnya ada Michael Faraday yang sangat tertarik dan terus meneliti jenis listrik magnet atau yang biasa disebut Elektromagnetik
“jika listrik dapat menghasilkan magnet (sebagaimana percobaan pertama) kenapa magnet tidak dapat menghasilkan listrik”
Pada tahun 1831, Faraday mempunyai solusi. Bahwa listrik dapat dihasilkan melalui magnet dan perak. Faraday menemukan bahwa ketika magnet dipindahkan didalam gulungan kawat tembaga, sebuah arus listrik kecil dapat mengalir melalui kawat. Sehingga manculah dinamo pembangkit lsitrik atau juga bisa disebut Generator listrik, meskipun baru mampu menghasilkan listrik kecil dan berarus DC
LINK:
https://www.kelistrikanku.com/2016/04/sejarah-listrik-pembangkit.html?m=1
BAGIAN B
PERKEMBANGAN DI INDONESIA
Sejarah dan Perkembangan Kelistrikan Indonesia
Sejarah dan Perkembangan Kelistrikan Indonesia
Sejarah kelistrikan Indonesia sebenarnya telah dimulai pada akhir abad ke-19, pada saat beberapa perusahaan Belanda, antara lain pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri.
Kelistrikan untuk umum mulai ada pada saat perusahaan swasta Belanda yaitu N V. Nign, yang semula bergerak di bidang gas memperluas usahanya di bidang penyediaan listrik untuk umum. Namun HLN mengambil momentum peristiwa nasionalisasi perusahaan perusahaan listrik dan gas yang semula dikuasai penjajah, untuk kemudian dikuasai oleh Pemerintah RI.
Setelah perusahaan perusahaan tersebut direbut oleh para pejuang dan buruh listrik dan gas kemudian diserahkan ke Pemerintah. Melalui penetapan Pemerintah No 1 tanggal 27 Oktober 1945 dibentuk Djawatan Listrik dan Gas untuk menampung perusahaan perusahaan tersebut.
Sedangkan sejarah kelistrikan di Sumbar berawal dari dibangunnya PLTU Kampung Durian di Padang tahun 1912 oleh perusahaan kereta api Sumatera Staats Spoorwegen (SSS). Sesuai tuntutan kebutuhan PLTU ini kemudian diperluas pada tahun 1918. Sementara di Bukittinggi kelistrikan awalnya ditangani oleh Electricitiets Maatschappij Sumatera (EMS).
HLN bukan hanya milik PLN namun milik seluruh stakeholders kelistrikan bahkan seluruh masyarakat. Listrik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya modern kita.
Saat nasionalisasi 75 tahun lalu kapasitas terpasang hanya 157,5 Mega Watt (MW). Kini kapasitas terpasang pembangkit di Indonesia sudah sekitar 63 ribu MW. Angka rasio elektrifikasi yang menunjukkan presentase penduduk Indonesia yang telah terjangkau listrik mencapai 99,1 %.
Di Sumbar ketersediaan energi listrik sangat cukup. Kapasitas terpasang pembangkit-pembangkit di Sumbar mencapai 744 MW. Gardu-gardu induk yang tersebar di Sumbar dengan kapasitas sekitar 1.000 MW siap menerima transfer listrik baik dari pembangkit yang ada di Sumbar maupun transfer listrik dari luar Sumbar untuk didistribusikan ke pelanggan sesuai permintaan.
Selain untuk keperluan investasi, kebutuhan listrik kini semakin besar seiring dengan hadirnya distruptif teknologi secara massif. Kini masyarakat mulai bersiap untuk shifting atau beralih dari penggunaan energi lain ke energi listrik untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.
Kita akan memasuki era electrifying life style atau gaya hidup yang ramah lingkungan dengan listrik. Kompor berbahan bakar minyak beralih ke listrik. Kendaraan berbahan bakar minyakpun ke depan akan digantikan kendaraan listrik. Praktis dan ekonomis. Tidak hanya itu, peralihan ke listrik akan mengurangi polusi udara secara signifikan.
Innovative, mendorong pertumbuhan melalui model bisnis yang inovatif. Customer focus, ingin memuaskan pelanggan dengan layanan kelas dunia. Dengan transformasi ini PLN ingin hadir di tengah masyarakat sesuai harapan masyarakat.
LINK :
https://www.google.com/amp/s/padek.jawapos.com/opini/27/10/2020/sejarah-dan-perkembangan-kelistrikan-indonesia/amp/



Materi lengkap dan ok
BalasHapusTerima kasih bu🙏
Hapus